Kebahagiaan adalah milik mereka yang mempunyai impian, dan punya keberanian untuk berusaha mewujudkannya jadi kenyataan.
Selasa, 13 November 2012
Senin, 12 November 2012
PERKEMBANGAN BAHASA
PENDAHULUAN
PERKEMBANGAN BAHASA
A. Pengertian
dan Komponen Bahasa
Untuk berkomunikasi manusia memerlukan suatu media, yaitu
bahasa. Oleh karenanya manusia mempunyai bahasa. Wujud bahasa yang ada sungguh
bervariasi. Diantara beberapa bahasa,ada yang mendekati sama sampai berbeda
sangat berartiwalaupun memiliki karakteristik bervariasi, bahasa memiliki
karakteristik yang bersifat umum.
Bahasa tidak hanya berkontribusi untuk tranmisi pengetahuan dari
seorang individu ke individu lainnya, melainkan juga dari suatu generasi ke
generasi masa mendatang.
Didalam bahasa, terdapat rule
systems, yaitu merupakan aspek yang sangat penting sebagai karakteristik
suatu bahasa. System ini dapat disebut juga tata bahasa (grammar). Tata bahasa adalah suatu himpunan terbatas dari
prinsip-prinsip operasional yang menjelaskan hubungan antara symbol-simbol yang
membentuk struktur bahasa.
Dari pengertian diatas, bahasa dapat diartikan sebagai suatu
system symbol dan urutan kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang
lain. Robert E. Owen (1996)
menegaskan bahwa bahasa dapat didefinisikan sebagai kode yang diterima secara
social atau system konvensional untuk menyampaikan konsep melalui penggunaan
symbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi symbol-simbol yang diatur oleh
ketentuan.
Dalam penggunaan bahasa, kita menandai ide-ide (semantik), yaitu menggunakan suatu
symbol, bunyi, kata dan sebagainya untuk merujuk ke suatu kejadian, obyek atau
hubungan. Untuk mengkomunikasikan ide-ide ini, digunakan bentuk-bentuk tertentu.
Yang mencakup unit suara (fonologi),
urutan kata yang sesuai (sintaksis),
serta dan sebagainya untuk merujuk ke suatu kejadian, obyek atau hubungan.
Untuk mengkomunikasikan ide-ide ini, digunakan bentuk-bentuk tertentu. Yang
mencakup unit suara (fonologi),
urutan kata yang sesuai (sintaksis),
serta permulaan dan akhiran yang sesuai (morfologi)
untuk mengklarifikasikan maksud (meaning).
1)
Morfologi
Yaitu berkenaan dengan organisasi kata-kata secara
internal. Kata-kata itu terdiri atas satu unit atau lebih dari satu unit yang
disebut morfem. Dengan kata lain bahwa morfem merupakan unit gramatika yang
paling kecil dan tidak dapat dibagi lagi.
Pada dasarnya morfem terdiri atas dua jenis yaitu, bebas
dan terikat. Morfem bebas adalah independent dan dapat berdiri sendiri yang
membentuk kata atau bagian kata.
2)
Fonologi
Adalah aspek bahasa yang berkenaan dengan ketentuan yang
mengatur struktur, distribusi, dan urutan bunyi ucapan dan bentuk ucapan.
Setiap bahasa menerapkan fonem, yaitu unit bunyi linguistic yang terkecil yang
menandai suatu perbedaan makna. Ketentuan fonologi mengatur distribusi dan
pengurutan fonem dalam suatu bahasa. Yang merupakan suatu tindakan mekanis
nyata dalam menghasilkan fonem. tanpa aturan tersebut, fonem akan menjadi
random.
3)
Ikatan biologis
Menurut Linguist Noam Chomsky (Santrock and Yussen, 1992) bahwa manusia itu terikat secara
biologis untuk belajar bahasa pada suatu waktu tertentu dengan cara tertentu
pula. Selanjutnya ditegaskan bahwa anak-anak itu dilahirkan kedunia dengan alat
pemerolehan bahasa (Language Acquisition Device = LAD) yaitu ikatan biologis
yang memungkinkan anak menditeksi kategori bahasatertentu, seperti fonologi,
sintaksis dan semantig. LAD adalah suatu kemampuan gramatikal yang dibawa sejak
lahir yang mendasari semua bahasa manusia.
4)
Peran otak dalam
perkembangan bahasa
Menurut (Santrock dan
yussen, 1992) bahwa proses bahasa itu dikontrol oleh belahan otak bagian
kiri. Berdasarkan hasil studi bahasa pada individu yang mengalami gangguan pada
otaknya telah diidentifikasikan pada dua bidang belahan otak kiri yang
mengalami kondisi kritis yaitu, seorang ahli bedah dan antropolog, Paul broka,
mempunyai pasien bernama tan. Nama itu merupakan pemberian yang dihadiahkan
kepadanya, karena dia sebagai pasien hanya bisa mengucapkan kata tan setelah
mengalami gangguan pada otak bagian kiri.
Beberapa system komunikasi sangatlah kompleks. misalnya
simpanse, bahwa mereka dapat memahami symbol, sehingga mereka dapat diajari
berbagai permainan. Begitu juga dengan singa laut. Akhirnya memang beberapa
binatang dapat berkomunikasi dengan sesamanya dan dapat dilatih untuk
memanipulasi symbol-simbol bahasa. Tetapi tidak berarti bahwa mereka dapat
belajar semua karakteristik bahasa.
5) Priode krisis belajar bahasa
Menurut Henry
Kissinger, bahwa bahasa yang sangat peka untuk belajar dan mengembangkan
fonologi, dialek adalah pada saat sebelum usia 12 tahun. Seperti kasus tentang
seorang anak yang bernama Genie yang
terjadi di California
pada tahun 1970.
Berdasarkan hasil-hasil temuan, bahwa bahasa harus
digerakkan melalui belajar dan waktu yang efektif untuk pengembangan bahasa
selama usia dini. Peranan biologis dalam perkembangan bahasa memang sangat kuat,
tetapi aspek yang sangat penting dalam pengembangan bahasa manusia adalah
pengaruh dari lingkungan.
TEORI PEMBELAJARAN METEMATIKA SD
Dalam pembahasan pelajaran ini ada beberapa teori pembelajaran
matematika yang mampu menentukan pendekatan pemubelajaran metematika di SD yang
tepat, efektif, dan menyenangkan belajar matematika.
1.
TEORI PEMBELAJARAN PIAGET.
Pada umumnya anak SD yang
berumur sekitar 6-12 tahun menurut Piaget, anak seumur ini berada pada periode
oprasi konkret sebab berpikir logiknya di dasarkan pada manipulasi fisik
objek-objek konkret dan masih berpikir abstarak yang masih membutuhkan bantuan
memanipulasi obyek-obyek konkret yang langsung di alaminya.
Dalam belajar menurut Piaget, struktur kognitif yang dimiliki seorang
terjadi karena proses asimilasi dan akomodasi, Asimilasi adalah proses
mendapatkan informasi dan pengalaman baru yang langsung menyatu denagan
struktur mental, sedangkan akomodasi adalah proses menstuktur kembali mental
sebagai akibat adanya informasi dan pengalaman baru. Jadi belajar tidak hanya
menerima informasi dan pengalaman lama yang dimiliki anak didik untuk mengakomodasi
informasi dan pengalaman baru. Yang diperlu perhatikan pada tahap oprasi
konkrert agar mempermudah anak didik dalam memahami konsp-konsp matematika.
Menurut piaget, perkembangan belajar matematika anak melalui 4 tahap
yaitu tahap konkret, semi konkret, semi abstrak, dan abstrak, pada tahap
konkret kegiatan yang dilakukan anak adalah unutuk mendapatkan pengalaman
langsung. Pada tahap semikonkret sudah ti8dak perlu memanipulasi konkret,
tetapi melalui dengan gambaran dari objek yang di maksud. Kegiatan yang di
lakukan anak pada tahap semi abstrak memani pulasi atau melihat benda sebagai
ganti gambar untuk dapat berpikir abstrak, sedangkan pda tahap abstrak anak
sudah mampu berpikir secara tanpa kaitan dengan objek-objek konkret.
2.
TEORI PEMBELAJARAN BRUNNER.
Menurut
Brunner belajar matematika adalah belajar tentang konsep-konsep dan
struktur-struktur matematika yang terdapat di dalam materi dan serta mencari
hubungan antara konsep-konsep dan strukturstruktur matematika. Menurut Brunner
belajar selalu memulai dengan memusatkan manipulasi material, di sini anak
didik dalam belajar harus terlibat aktif mentalnya yang dapat diperlihatkan
dari keaktifan fisiknya. Brunner
melukiskan anak-anak berkembang melalui 3 tahap perkembangan mental yaitu;
A.Tahap Enaktif.
Pada
tahap inidalam belajar anak didik menggunakan atau memanipulasi objek-objek
konkret se4cara langsng.
B. Tahap Ikonik
Pda
tahap ini kegiatan ank didik akan menyangkut mental yang merupakan gambaran
objek-objek konkret.
C. Tahap Simbolik.
Tahap
ini merupakan tahap memanipulasi simbol-simbol secara langsung dan tidak ada
lagi ada kaitannya dengan objek-objek.
Beberapa teori menurut bruner yaitu :
Ø Dalil penyusunan
menurut dalil penyusunan siswa selalu ingin mempunyai kemampuan
menguasai definisi, teorema, konsep dan kemampuan matematis lainnya.
Ø Dalil notasi
Dalil notasi menyatakan bahwa dalam penyajian konsep sangat memegang
peranan yang sangat penting, penggunaan notasi dalam menyatakan konsep
matematis tertentu harus disesuaikan dengan perkembangan anak didik.
Ø Dalil pengkonterasan dan keanekaragaman
Pemgkontrasan dan keanekaragaman sangat penting dalam melakukan
pengubahan konsep matematika dari konsep konkret menjadi konsep yang lebih
abstrak, untuk melakukan itu diperlukan banyak contoh dan keanekaragaman,
sehingga anak memahami karakteristik konsep yang sipelajari.
Ø Dalil pengaitan
Dalil pengaitan menatakan bahwa antara konsep matematika yang satu
dengan konsep yang lainya sangat erat baik dari segi isi maupun dari penggunaan
rumus-rumus.
3. TEORI PEMBELAJARAN DIENES
Menurut dienes perkembangan konsep
matematika dapat dicapai melalui pola berkelanjutan, yang setiap seri dalam
rangkaian kegiatan belajarnya berjalan dari yang konkret ke simbolik. Menurut
dienes permainan matematika sangat penting sebab opresi matematika dalam
permainan matematika dapat menunjukan aturan secara konkret dan lebih
membimbing dan menajamkan pengerian matematika pada anak didik. Dienes membagi
tahap-tahap belajar menjadi enam tahap yaitu :
a. permainan bebas
Permainan
bebas merupakan tahap belajar konsep yang aktifitasnya tidak berstruktur dan
tidak diarahkan, anak didik diberi kebebasan untuk mengatur benda selama
permainan pengetahuan anak muncul. Dalam tahap ini anak mulai belajar membentuk
struktur mental dan struktur sikap dalam mempersiapkan diri untuk memahami
konsep.
b. permainan yang disertai aturan
(games)
Anak
didik mulai meneliti pola-pola dan keteraturan yang terdapat atau tidak
terdapat dalam konsep matematika tertentu dan pada tahap ini anak didik juga
sudah mengapstraksikan konsep.
c. permainan kesamaan sifat.
Disini
anak mulai diarahkan dalam kegiatan untuk mencari sifat-sifat yang sama dari
pemainan yang sedang diikuti.
d. resentasi
Adalah
tehap pengambilan kesamaan sifat dari beberapa situasi yang sejenis. Para anak
didik menenukan representasi dari
konsep-konsep tertentu.
e. simbolisasi
Adalah
tahap belajar konsep yang membutuhkan kemampuan merumuskan representasi dari
setiap konsep-konsep dengan menggunakan simbol matematika atau melalui
perumusan verbal.
f. formalisasi
Tahap
ini adalah tahap belajar konsep yang terakhir,tahap ini anak didik dituntut
untuk merumuskan-sifat-sifat konsep dan kemudian merumuskan sifat-sifat baru
rumua baru tersebut. Dienes berpendapat bahwa materi harus menyatakan dalam
berbagai penyajian sehungga anak-anak dapat bermain dengan bermacam-macam
material yang dapat mengembangkan anak didik.
4. TEORI PEMBELAJARAN BROWNELL
Menurut brownell hakikat belajar adalah merupakan suatu proses yang
bermakna, dan belajar matematika harus merupakn belajar bermakna dan
pengertian. Menurut teori makna anak didik harus mengemukakan makna dari topoik
yang sedang dipelajari.brownell mengemukakanbvahwa kemampuan mendemonstrasikan
oprasi-oprasi hitung secara otomatis dan mekanis.
5.
TEORI PEMBELAJARAN THORNDIKE
Teori belajar ini disebut juga koneksionisme yang mengatakan bahwa pada hakikatnya belajar merupakan proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon. Terdapat beberapa dalil atau hukum belajar meliputi:
Teori belajar ini disebut juga koneksionisme yang mengatakan bahwa pada hakikatnya belajar merupakan proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon. Terdapat beberapa dalil atau hukum belajar meliputi:
a) Hukum Kesiapan (Law of Readiness) menerangkan bagaimana kesiapan seorang anak dalam melakukan suatu kegiatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seorang anak akan lebih berhasil belajarnya, jika ia telah siap untuk melakukan kegiatan belajar.
b) Hukum Latihan (Law of exercise) menyatakan bahwa jika hubungan stimulus respon sering terjadi, akibatnya hubungan akan semakin kuat, sedangkan makin jarang hubungan stimulus-respon dipergunakan, maka makin lemah hubungan yang terjadi. Prinsip utama belajar adalah pengulangan, makin sering suatu konsep matematika diulangi, maka semakin dikuasailah konsep matematika tersebut.
c) Hukum Akibat (Law of Effect) menjelaskan bahwa hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan.
Aplikasinya dalam pembelajaran matematika meliputi:
1. Guru harus tahu apa yang akan diajarkan, materi apa yang harus diberikan, respon apa yang diharapkan, kapan harus memberi hadiah atau membetulkan respon. Oleh karena itu tujuan pendidikan harus dirumuskan dengan jelas.
2. Tujuan pendidikan masih dalam batas kemampuan belajar peserta didik. Dan terbagi dalam unit-unit sedemikian rupa sehingga guru dapat menerapkan bermacam-macam situasi.
3. Agar peserta didik dapat mengikuti pelajaran, proses belajar harus bertahap dari yang sederhana sampai yang kompleks.
4. Dalam belajar motivasi tidak begitu penting karena yang terpenting adalah adanya respon yang benar terhadap stimulus.
5. Peserta didik yang telah belajar dengan baik harus diberi hadiah dan bila belum baik harus segera diperbaiki.
6. Situasi belajar harus dibuat menyenangkan dan mirip dengan kehidupan dalam masyarakat.
7. Materi pelajaran harus bermanfaat bagi peserta didik untuk kehidupan anak kelak setelah keluar dari sekolah.
8. Pelajaran yang sulit, yang melebihi kemampuan anak tidak akan meningkatkan kemampuan penalarannya.
Kelebihan dari Teori S-R dari Thorndike yaitu dengan sering melakukan pengulangan dalam memecahkan suatu permasalahan, anak didik akan memiliki sebuah pengalaman yang berharga. Selain itu dengan adanya sistem pemberian hadiah, akan membuat anak didik menjadi lebih memiliki kemauan dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya.
Kekurangan dari Teori S-R dari Thorndike yaitu kegiatan yang terlalu sering dilakukan, akan membuat anak didik merasa jenuh yang mungkin saja dapat mengakibatkan dia merasa enggan untuk mencobanya lagi. Selain itu dengan adanya sistem pemberian hadiah akan membuat ketergantungan pada anak didik dalam melakukan sebuah kegiatan.
6.TEORI PEMBELAJARAN
SKINNER.
Teori ini mengatakan bahwa ganjaran
atau penguatan mempunyai peranan yang amat penting dalam proses belajar,
ganjaran merupakan proses yang sifatnya mengembirakan dan merupakan tingkah
laku yang sifatnya subjektif.
Skinner juga berpendapat bahwa
penguatan di bagi atas dua bagian yaitu; penguatan positif dan negatif,
penguatan merupakan stimulus positif jika penguatan tersebut sering dengan
meningkatnya perilaku anak didik dalam melakukan pengulangan perilaku tersebut.
Jadi penguatan yang di berikan kepada anak didik memperkuat tindakan anak
didik, sehingga anak didik cendrung untuk sering melakukannya.
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan rahmat dan karunianya kami bisa menyelesaikan tugas makalah
ini dengan baik,
kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami menerima kritik dan
saran yang membangun agar makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.
Dengan selesainya makalah
ini, saya berterima kasih kepada dosen pembimbing yaitu ibu Dra. DARNI JAFAR S.Pd yang telah
menuntun kami dalam menyelesaikan tugas
kelompok ini.
PROSEDUR DAN RANCANGAN MANAJEMEN KELAS .
Latar Belakang.
Guru merupakan kunci keberhasilan dalam pengelolaan proses
pembelajaran, sementara itu manajemen kelas merupakan salah satu aspek dari pengelolaan proses pembelajaran
yang paling rumit tetapi menarik perhatian. Karena manajemen kelas itu
memperlukan berbagai kreteria keterampilan, pengalaman, bahkan kepribadian
serta sikap dan nilai-nilai seorang guru.
Manajemen kelas, dikatakan menarik, karena selain memerlukan kemampuan
pribadi serta ketekunan menghadapinya di satu sisi, disisi lain calon guru, dan
guru yang berpengalaman sekalipun akan bergelut dengan manajemen kelas agar
terselenggara proses pembelajaran yang efektif dan tercapainya tujuan
pembelajaran. Oleh karena itu, guru mempunyai peranan besar dalam menentukan
keberhasilan manjemen kelas maupun manajemen pembelajaran.
Berdasar penjelasan tersebut di atas, mengisyaratkan bahwa guru harus
memiliki kemampuan professional termasuk kemampuan professional termasuk
kemampuan memanajemeni kelas, untu memiliki kemampuan manajemen kelas guru
antara lain harus memahami prosedur manajemen kelas. Dalam bab ini akan
membahas prosedur nmanajemen kelas dan rancangan prosedur manajemen kelas.
1. prosedur manajemen kelas
Manajemen
kelas merupakan suatu tindakan yang menunjuk kepada kegiatan-kegiatan yang
berusaha menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal terjadinya proses
kegiatan pembelajaran yang efektif. Serangkaian langkah-langkah kegiatan
menajemen kelas mengacu kepada tindakan pencegahan (preventif) dengan tujuan
menciptakan kondisi pembelajaran yang menguntungkan, dan tindakan korektif yang
merupakan tindakan koreksi terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat
mengganggu dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
Dimensi
tindakan korektif dapat dibagi menjadi dua jenis tindakan yaitu:
- tindakan yang seharusnya segera diambil oleh guru pada saat terjadi gangguan terhadap kondisi optimal pembelajaran.
- tindakan kuratif yaitu, tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang dan yang telah terlanjur terjadi agar penyimpangan tersebut tidak berlarut-larut.
Tindakan manajemen kelas juga dapat menjurus kepada tindakan manajemen
dimensi pencegahan dan prosedur dimensi penyembuhan.
A.
Prosedur dimensi pencegahan
Tindakan ini yang dilakukan sebelum
munculnya tingkah laku yang menyimpang dan mengganggu kondisi optimal
berlangsungnya pembelajaran. Konsekuensinya guru harus menentukan
langkah-langkah dalam rangka manajemen kelas harus merupakan langkah yang
efektif dan efisien. Adapun langkah-langkah pencegahannya sebagai berikut:
1. peningkatan kesadaran diri
sebagai guru
Guru harus menerapkan langkah yang strategis dan mendasar karena dengan
dimilikinya kesadaran ini akan meningkatkan rasa tanggungjawab dalam
melaksanakan tugasnya.
2. peningkatan kesadaran peserta
didik
Interaksi positif antara guru dan peserta didik dalam proses
pembelajaran apabila dua kesadaran, kurangnya kesadaran peserta didik akan
menumbuhkan dimensi pencegahan dan tindakan manajemen dimensi kuraktif.
- dimensi pencegahan, yaitu tindakan guru dalam mengatur peserta didik dan peralatan derta format pembelajaran yang tepat sehingga menumbuhkan kondisi yang menguntungkan bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dimensi pencegahan adalah berupa langkah-langkah yang harus direncanakan guru untuk menciptakan suatu struktur kondisi ysng fleksibel.
- Dimensi kuratif, yaitu tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang yang terjadi agar penyimpangan itu tidak berlarut-larut, dalam hal ini guru berusaha untuk menumbuhkan kesadaran akan penyimpangan yang dibuat dan akhirnya akan menimbulkan kesadaran dan tanggungjawab.
3. sikap polos dan tulus dari guru
seorang guru
hendaknya bersikap polos dan tulus terhadap peserta didik. Sikap ini mengandung
makna bahwa guru dalam segala tindakannya tidak boleh berpura-pura bersikap dan
bertindak apa adanya. Sikap dan tindak laku seperti itu sangat mambantu dalam
memenajemeni kelas. Guru dengan sikap dan kepribadiannya sangat mempengaruhi
lingkungan belajar karena tingkah laku, cara menyikapi, dan tindakan guru
merupakan stimulus yang akan direspon atau diberikan reaksi oleh para peserta
didik. Kalau stimulus itu positif maka respon juga positif, sebaliknya kalau
stimulasi itu negatif maka respon yang akan munculadalah negatif.
- Mengenal dan Menemukan Alternatif Pengelolaan
Untuk mengenal dan
menemukan alternatf pengelolaan langkah ini menuntut guru harus melakukan
identifikasi berbagai penyimpangan tingkah laku peserta didik yang sifatnya
individual maupun kelompok, dan juga guru harus mengenal berbagai pendekatan dalam
manajemen kelas dan juga berusaha menggunakan pendekatan manajemen kelas yang
di anggap tepat untuk mengatasi suatu situasi atau dengan pendekatan
pilihannya, dan juga seorang guru harus mempelajari pengalaman guru-guru
lainnya yang gagal atau berhasil
sehinnga dirinya memiliki alternatif yang bervariasi dalam menangani berbagai
problema manajemen kelas.
- Menciptakan Kontrak Sosial
Pencptaan kontrak
sosial pada dasarnya berkaitan dengan standar tingkah laku serta memberikan
gambaran tentang fasilitas beserta keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan
peserta didik. Standar tingkah laku ini di bentuk melalui kontrak sosial antara
sekolah atau guru dan peserta didik. Norma atau nilai sangat penting, oleh
sebab itu dalam rangka memanajemeni kelas norma berupa kontrak sosial beserta
dengan sangsinya yang mengatur kehidupan dalam kelas.
B. Prosedur
dimensi penyembuhan ( kuratif )
Pada dasarnya ada langkah-langkah prosedur di
mensi penyembuhan adalh sebagai berikut:
- Mengeindentifikasi Maslah.
Pada langkah ini kegiatan untukn
mengenal atau mengetahui masalah-masalah manajemen kelas yang timbul dalam
kelas. Berdasar masalah-masalah tersebut guru mengendetifikasi jenis-jenis
penyimpangan sekaligus mengetahui latar belakang yang membuat peserta didik dan
melakukan penyimpangan tersebut.
2.
Menganalisis Masalah
Pada langkah ini guru berusaha
menganalisis penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan latar belakang dan
sumber-sumber dari penyimpangan itu, setelah itu bagai mana cara bisa
menyelesaikan masalah tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
